Tahun ini Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan normalisasi kebijakan perdagangan di pasar modal, seiring dengan situasi pandemi yang kian terkendali.
Auto Rejection Bawah (ARB) adalah pembatasan penurunan harga saham dalam satu hari perdagangan di bursa. Adapun Auto Rejection Atas (ARA) merupakan pembatasan kenaikan harga.Perdagangan suatu saham akan dihentikan secara otomatis apabila harganya turun hingga mencapai batas ARB dalam sehari.
Penyesuaian Tahap I Auto
Rejection Simetris (berlaku mulai 5 Juni 2023):
Harga
Saham |
Batas
Auto Rejection Atas |
Batas
Auto Rejection Bawah |
Rp
50 – Rp 200 |
35% |
15% |
>Rp
200 – Rp 5.000 |
25% |
15% |
>Rp
5.000 |
20% |
15% |
Penyesuaian Tahap II Auto Rejection Simetris (berlaku mulai 4
September 2023):
Harga
Saham |
Batas
Auto Rejection Atas |
Batas
Auto Rejection Bawah |
Rp
50 – Rp 200 |
35% |
35% |
>Rp
200 – Rp 5.000 |
25% |
25% |
>Rp
5.000 |
20% |
20% |
Sektor mana yang pertama memanfaatkan kenaikan ataupun penurunan dengan fitur ini?sebenarnya dari normalisasi tahap pertama tidak ada perubahan signifikan semoga dalam normalisasi tahap II ini pun tidak akan banyak berubah.
Aturan Auto Rejection Bawah Dan Auto Rejection Atas Simetris
IHSG Melemah dan Bursa Saham China Suram
Initial Public Offering (IPO) merupakan penawaran saham perdana sebuah perusahaan. Perusahaan akan melepas sebagian sahamnya ke publik.
Initial Public Offering (IPO) Tahun 2023
Pembagian ini akan mengurangi laba ditahan dan kas yang tersedia bagi perusahaan, tetapi distribusi keuntungan kepada para pemilik memang adalah tujuan utama suatu bisnis.
EDDYELLY.com 8:13 PM CB Blogger IndonesiaJadwal Pembagian Dividen Tahun 2023
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tahun ini hanya tumbuh sebesar 4,08% dibandingkan 2021 yang sebesar 10,08%.Nilai kapitalisasi pasar modal kita naik lebih dari 15% dibanding tahun 2021.
Investor asing begitu agresif melepas saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Bahkan pada hari terakhir perdagangan, Jumat (30/12/2022), asing masih sempat mencatatkan transaksi net sell senilai Rp 589 miliar.
Sepanjang tahun 2022 uang investor asing yang nitip di saham masih terbilang besar.Terbukti asing tetap mencatatkan transaksi net buy senilai Rp 40,5 triliun.
Bulan window dressing tahun 2022 juga merupakan yang terberat bagi investor ritel. Desember diibaratkan bulan panen cuan.Tahun 2022 mematahkan tradisi itu. Karena yang berhak menaikan atau menurunkan IHSG itu market maker.
Jumlah emiten baru yang melakukan IPO (Baca IPO Tahun 2022) memang mencetak rekor dari sisi kuantitas yang mencapai 59 perusahaan,tetapi dari sisi kualitas penggalangan dana mengalami penurunan dari Rp 62,6 trilun pada tahun lalu menjadi Rp 33,06 triliun.
Penerapan penghapusan kode broker di running trade ( 6 Desember 2021), sekalian 27 Juni 2022 menutup informasi domisili investor (foreign maupun domestik) oleh Bursa Efek Indonesia.Mirip two in one.
Berikut net buy dan net sell tahun 2022 bulan September, Oktober, November dan Desember
Net Buy dan Net Sell September 2022