Realnya Saham Transcoal Pacific Tbk

Realnya Saham Transcoal Pacific Tbk

Realnya Saham Transcoal Pacific Tbk
Pada tahun 2007 Transcoal Pacific Tbk (TCPI) didirikan.
Kantor pusat Transcoal Pacific Tbk berlokasi di Jakarta Selatan,Indonesia.

Perusahaan ini merupakan jasa pengangkutan batubara atau transshipment coal (loading,underway,
discharging atau loading into vessel).

Pengangkutan jarak jauh batubara atau long-hauling coal (loading,underway,dicharging di jetty PLTU) dan pengangkutan minyak atau oil barge (loading jetty,tug boat and oil barger,disharging jetty).

Sampai sekarang (November 2018) armada kapal yang telah dimiliki Perseroan hingga kini berjumlah 13 kapal tunda dan 12 tongkang,1 Floating Terminal Station (FTS) serta alat-alat berat penunjang kegiatan operasional lainnya.Lokasi usaha perseroan sekarang berada di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.

Tanggal 28 Juni 2018 Transcoal Pacific Tbk (TCPI) memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan untuk melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) kepada masyarakat dengan melepas 1.000.000.000 (satu miliar lembar saham).

Harga penawaran Rp138 per saham.Saham tersebut akan dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 06 Juli 2018 dalam sektor Infrastuktur utilitas, transportasi dengan sub sektor Transportasi.Pemegang saham utama Transcoal Pacific Tbk adalah Sari Nusantara Gemilang (56,00%) dan PT Karya Permata Insani (24,00%) dan Masyarakat (20 %).

Kontrak emiten dan akuisisi 
5 Sept 2018 Transcoal Pacific Tbk berhasil meraih kontrak senilai US 40,7 juta.Kontrak tersebut berupa perjanjian pengangkutan bijih nikel (nickel ore) dari perusahaan lokal yang berbasis di Surabaya.Periode kontrak mulai dari 29 Agustus 2018 sampai dengan 29 Agustus 2023.

Total volume pengangkutan dari kontrak tersebut yaitu minimum 1.100.000 juta metrik ton (MT) per tahun.Sebelumnya 14 Agustus 2018 perseroan mengumumkan baru saja meraih kontrak jangka pendek selama 6 bulan dengan estimasi nilai kontrak sebesar Rp 6,5 miliar.

Kontrak tersebut berupa pengangkutan solar industri dengan menggunakan kapal dari Palaran ke Bengalon di Kalimantan Timur.

Transcoal Pacific Tbk berencana mengakuisisi 2 perusahaan yang bergerak di bidang pelayaran yaitu Energy Transporter Indonesia (ETI) dan Sentra Makmur Lines(SML).Akuisisi ETI dan SML dilakukan dengan cara TCPI  mengakuisisi Kanz Gemilang Utama (KGU) sebagai pemegang saham utama ETI dan SML yaitu dengan membeli seluruh saham baru yang akan diterbitkan oleh KGU dari saham portefel.

Seandainya akuisisi berhasil maka Transcoal Pacific Tbk akan menjadi pemegang saham 99% di KGU.TCPI menjadi pemegang saham ETI secara langsung dan tidak langsung sebanyak 85,5% dan  pemegang saham SML secara tidak langsung sebesar 99%.

Semenjak IPO tanggal 28 Juni 2018 di pasar perdana saham dilepas pada harga Rp 138 per saham.Pada penutupan 13 November 2018 di harga Rp 8925 per saham.Sejak IPO hingga hari ini harga saham TCPI sudah naik 6367,39%.

Valudasi harga saham TCPI BV (Book Value) 149, EPS 24 ,PER 278,9 ,PBV 59,9.Kalau dibandingkan dengan bisnis sejenis PER dari TCPI terbilang besar.Samudera Indonesia Tbk (SMDR) memiliki PER 7,7 kali,Soechi Lines Tbk (SOCI) 7,9 kali,Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) 17,5 kali,Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP) 18,2 kali,Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) 22,7 kali.

Meskipun sempat beli di harga Rp 3870 sebanyak 20 lot akhirnya saya jual di Rp 4900.
Terakhir beli Rp 6150 sebanyak 50 lot jual Rp 6275..Saham ini cocoknya hit and run.

Saat ini belum ada pengamat(analisis) yang merekomendasikan saham ini.Kalaupun ada tentunya Realnya bandar saham Transcoal Pacific Tbk.

Akhirnya BEI menghentikan perdagangan (suspensi) mulai 14 Nov 2018 dalam pasar regular dan pasar tunai..Sebelumnya BEI sudah pernah menghentikan perdagangan saham mulai 7 Agustus dan dibuka kembali tanggal 21 Agustus..

Demikian Realnya Saham Transcoal Pacific Tbk.Happy trading.(www.eddyelly.com).
IHSG Ditutup Menguat Asing Net Buy Mencapai Rp 1,526 Triliun

IHSG Ditutup Menguat Asing Net Buy Mencapai Rp 1,526 Triliun


IHSG Ditutup Menguat Asing Net Buy Mencapai Rp 1,526 Triliun.
Hari terkhir perdagangan bulan Oktober IHSG ditutup rebound 0,73% atau 42,550 poin ke level 5831,650.

Asing Net Buy Mencapai Rp 1,526 triliun.Ini merupakan reli net buy selama lima hari berturut turut.

Investor asing membukukan aksi beli sekitar 984,1 juta lembar saham senilai Rp 3,995 triliun.Adapun aksi jual investor asing tercatat 1,1496 miliar lembar saham senilai sekitar Rp 2,469 triliun.Total nilai transaksi yang terjadi di lantai bursa mencapai Rp 9,339 triliun dengan volume perdagangan tercatat sekitar 10,675 miliar lembar saham.

Dari 611 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebanyak 208 saham menguat,182 saham melemah dan 221 saham stagnan.

Saham pendorong IHSG: BMRI +4,98%,BBRI +3,96%,ASII +2,60%,TLKM +1,32% dan saham penekan IHSG: HMSP -3,62%,UNVR-2,87%,EMTK-3,93%,SMBR-6,38%

IHSG September 2018

IHSG Oktober 2018

Sejumlah sentimen membuat IHSG tak bertenaga
Ketegangan perdagangan AS China kemungkinan meletup
Suku bunga the Fed bakal naik November dan tahun 2019
Pertumbuhan ekonomi masih belum mencapai target
Nilai tukar rupiah

Agenda November 2018
1 November 2018 - Laporan Data Inflasi Oktober 2018
5 November 2018 - Laporan Survei Konsumen Oktober 2018
6 November 2018 - Laporan Survei Penjualan Eceran September 2018
7 November 2018 - Rilis Statistik Cadangan Devisa Oktober 2018
8 November 2018 - Laporan Survei Harga Properti Residensial Triwulan III 2018
9 November 2018 - Neraca Pembayaran Indonesia Triwulan III 2018
14 November 2018 - 15 November 2018 Rapat Dewan Gubernur November 2018
16 November 2018 - Neraca Perdagangan Oktober 2018
16 November 2018 - Statistik Utang Luar Negeri Indonesia September 2018
30 November 2018 - Perkembangan Uang Beredar Oktober 2018

Demikian IHSG Ditutup Menguat Asing Net Buy Mencapai Rp 1,526 Triliun.Happy trading.(www.eddyelly.com).
Terimbas Sentimen Negatif IHSG Langsung Anjlok

Terimbas Sentimen Negatif IHSG Langsung Anjlok

Terimbas Sentimen Negatif IHSG Langsung Anjlok.Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia investor asing membukukan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp 877,30 miliar.

Investor asing melakukan aksi beli sekitar 1,16 miliar lembar saham senilai Rp 2,63 triliun.

Adapun aksi jual investor asing tercatat 1,31 miliar lembar saham senilai sekitar Rp 3,51 triliun.Total nilai transaksi mencapai sekitar Rp 8,7 triliun dengan volume perdagangan tercatat sekitar 10,45 miliar lembar saham.

Dari 601 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebanyak 32 saham menguat,411 saham melemah dan 158 saham stagnan.Seluruh sembilan sektor pada IHSG ditutup melemah dengan sektor konsumer mencatat pelemahan terdalam sebesar 4,17% disusul sektor industri dasar yang melemah 3,99%.

IHSG Anjlok 3,76% dikarenakan sentimen pelemahan rupiah dan memanasnya perang dagang AS China telah memicu kekhawatiran pasar yang lebih dalam.Melihat kondisi fundamental perekonomian Indonesia masih menunjukkan berada dalam kondisi stabil sehingga dapat menjadi katalis positif bagi berlangsungnya penguatan IHSG hingga beberapa waktu mendatang.

 

Agenda di bulan September
6 September 2018 - Laporan Survei Konsumen Agustus 2018
7 September 2018 - Rilis Statistik Cadangan Devisa Agustus 2018
10 September 2018 - Laporan Survei Penjualan Eceran Juli 2018
17 September 2018 - Statistik Utang Luar Negeri Indonesia Juli 2018
26 September 2018 - Rapat Dewan Gubernur September 2018
28 September 2018 - Perkembangan Uang Beredar Agustus 2018

Demikian Terimbas Sentimen Negatif IHSG Langsung Anjlok.Happy trading.(www.eddyelly.com).
Penguatan IHSG Berlanjut Hingga Penutupan

Penguatan IHSG Berlanjut Hingga Penutupan

IHSG 010818
Penguatan IHSG Berlanjut Hingga Penutupan.Investor asing membukukan aksi beli bersih senilai Rp 629,89 miliar pada perdagangan 1 Agustus.

Total nilai transaksi yang terjadi di lantai bursa mencapai sekitar Rp 8,986 triliun

Sedangkan volume perdagangan tercatat sekitar 10,068 miliar lembar saham.Investor asing melakukan aksi beli sekitar 1,0164 miliar lembar saham senilai Rp 3,325 triliun.

Adapun aksi jual investor asing tercatat 1,8901 miliar lembar saham senilai sekitar Rp 2,695 triliun.

IHSG ditutup menguat 1,63% atau 96,976 poin di level 6033,419.Indeks mulai rebound saat dibuka dengan kenaikan 0,28% atau 16,50 poin di level 5.952,94.Dari 597 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebanyak 251 saham menguat,135 saham melemah dan 211 saham stagnan.

Seluruh  indeks sektoral IHSG berakhir di zona hijau dipimpin sektor aneka industri yang menguat 3,84%,sektor industri dasar dan kimia naik 2,97% dan sektor finansial menguat 2,34%.Pada perdagangan Selasa 31 Juli IHSG berakhir melorot 1,51% atau 91,493 poin di level 5936,443.

IHSG Juli 2018

 Agenda Agustus 2018
 1 Agustus 2018 - Laporan Data Inflasi Juli 2018
6 Agustus 2018 - Laporan Survei Konsumen Juli 2018
7 Agustus 2018 - Rilis Statistik Cadangan Devisa Juli 2018
8 Agustus 2018 - Laporan Survei Penjualan Eceran Juni 2018
9 Agustus 2018 - Laporan Survei Harga Properti Residensial Triwulan II 2018
10 Agustus 2018 - Neraca Pembayaran Indonesia Triwulan II 2018
15 Agustus 2018 - 16 Agustus Rapat Dewan Gubernur Agustus 2018
20 Agustus 2018 - Statistik Utang Luar Negeri Indonesia Juni 2018
31 Agustus 2018 - Perkembangan Uang Beredar Juli 2018

Demikian Penguatan IHSG Berlanjut Hingga Penutupan.Happy trading.(www.eddyelly.com).
IHSG Ditutup Melemah Net Sell Sebesar Rp 466 Miliar

IHSG Ditutup Melemah Net Sell Sebesar Rp 466 Miliar

IHSG Mei 2018
IHSG ditutup melemah 0,45% atau 27,47 poin di level 5983,587 setelah dibuka dengan penguatan 0,44% atau 26,21 poin di level 6037,26.

Pada perdagangan sebelumnya Rabu IHSG ditutup melemah 0,94% atau 57,27 poin ke level 6011,05.

Investor asing mencatat aksi jual bersih atau net sell sebesar Rp 466,04 miliar pada perdagangan hari Kamis.Investor asing melakukan aksi beli sekitar 3,82 miliar lembar saham senilai Rp 11,67 triliun.Adapun aksi jual investor asing tercatat 3,80 miliar lembar saham senilai sekitar Rp 12,14 triliun.

Total nilai transaksi yang terjadi di lantai bursa mencapai sekitar Rp 18,06 triliun dengan volume perdagangan tercatat sekitar 12,78 miliar lembar saham.Dari 584 saham yang diperdagangkan hari ini, sebanyak 160 saham menguat,211 saham melemah dan 213 saham stagnan.

Enam dari sembilan indeks sektoral IHSG berakhir di zona merah dengan tekanan terbesar dari sektor infrastruktur yang melemah 1,27% disusul sektor aneka industri yang melemah 1,07%.Adapun tiga sektor lainnya menguat dan menahan pelemahan IHSG lebih lanjut dipimpin oleh sektor industri dasar yang menguat 1,46%.

Net Buy Net Sell April 2018

Net Buy Net Sell Mei 2018

Agenda Juni 2018
4 Juni 2018 - Inflasi Mei 2018
6 Juni 2018 - Laporan Survei Konsumen Mei 2018
7 Juni 2018 - Laporan Survei Penjualan Eceran April 2018
8 Juni 2018 - Rilis Statistik Cadangan Devisa Mei 2018
20 Juni 2018 - Statistik Utang Luar Negeri Indonesia April 2018
27 Juni 2018 - Rapat Dewan Gubernur Juni 2018
29 Juni 2018 -Statistik Posisi Investasi Internasional Indonesia Triwulan I 2018

Demikian IHSG Ditutup Melemah Net Sell Sebesar Rp 466 Miliar.Happy trading
(www.eddyelly.com).