Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan dan tetap berada di bawah level psikologis 6800. Penutupan perdagangan tetap di zona merah dengan penurunan 1,74% atau 119,9 poin ke 6787,140.
Tercatat 533 saham turun, 128 saham naik, dan 140 saham stagnan. Total volume perdagangan hari ini capai 25,36 miliar saham dengan nilai transaksi capai Rp 11,5 triliun. Sementara market cap pasar modal Indonesia mencapai Rp 11.877 triliun.
Saham Bank Kompak Jeblok
Harga saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun 1,85%, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 0,86%, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun 0,2% dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun 1,22%.
Di tengah pelemahan ini, investor asing mencatatkan net sell Rp 4,95 triliun dalam sepekan. Net sell asing akan menambah sentimen negatif di dalam pasar saham Indonesia.
Kondisi pasar saat ini dibayangi tekanan jual lantaran pasca serangan Amerika Serikat ke Iran. Pasar akan terus mencermati perkembangan konflik ini. Jika Iran menyerah maka penguasa dan pemerintahan akan turun tahta, konflik ini akan segera berakhir, perdamaian akan terjadi di Timur Tengah. New Peace
Namun sebagai investor saham ada baiknya kita waspada tertutama dalam perdagangan besok ataupun lusa karena panik net sell asing, merekalah yang akan menghancurkan IHSG.
Semoga dalam waktu dekat, IHSG berpeluang bergerak wajar tanpa diwarnai aksi panik selling oleh asing seperti yang terjadi minggu lalu sebelum Iran di bom.
Berikut Net Buy dan Net Sell Asing Agustus, September, Oktober 2025
Demikian IHSG Ditutup Ambrol Ke 6.787 Saham Bank Kompak Jeblok (eddyelly.com)
EDDYELLY.com 9:11 PM CB Blogger IndonesiaIHSG Ditutup Ambrol Ke 6.787 Saham Bank Kompak Jeblok
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup anjlok pada akhir perdagangan Senin. IHSG tercatat turun 0,67%. IHSG dibuka pada level 6515,63 dan sempat menyentuh level tertingginya di 6557,41.
Nilai transaksi mencapai Rp 9,643 triliun yang melibatkan 13,58 miliar saham yang berpindah tangan 1,083 juta kali. Sebanyak 308 saham menguat, 279 melemah, dan 220 stagnan.
IHSG hari ini loyo karena sentiment investor asing. Seiring dengan catatan net sell asing bulan ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun melemah 0,75% dalam sebulan ditutup di level 6471,947 pada perdagangan hari ini,
Pasar saham Indonesia masih mencatatkan net sell Rp 3,9 triliun sepanjang Januari 2025. Sedangkan Februari sebesar Rp 16,1 triliun. Sampai pertengahan Maret mencatat net sell sebesar Rp 3,9 triliun, Saham perbankan menjadi paling banyak dilego asing dalam dua bulan terakhir.
Ke depan pergerakan pasar saham Indonesia akan dipengaruhi oleh sejumlah sentimen. Apakah investor asing akan keluar dari Indonesia? Apakah investor asing akan kembali lagi ke Indonesia, kita tunggu saja.
Net Sell Asing Januari Dan Februari 2025
Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini ditutup menguat 4,16 poin (0,06%) ke level 7.574. IHSG hari ini mengakhiri pelemahan yang terjadi dalam enam hari beruntun.
Sebanyak 294 saham terpantau naik, 285 saham turun, dan 209 saham stagnan. Total nilai transaksi mencapai Rp 12,39 triliun. Volume perdagangan sebanyak 20,8 miliar saham dengan frekuensi sebanyak 1.385.983 kali.
Net sell terbesar di pasar reguler melanda saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencapai Rp 209,3 miliar. Selain menghantam saham BMRI, asing juga mengobral saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA dan PT Astra International Tbk (ASII). Net sell saham BBCA sebesar Rp 139 miliar dan ASII Rp 109,5 miliar.
Beberapa saham biggest market capitalization seperti Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI), Bank Central Asia Tbk. (BBCA), Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), hingga Astra International Tbk. (ASII) kompak melemah sebulan terakhir. Saham BBRI net sell asing Oktober sebesar Rp 5,922 triliun. Tahun 2024 net sell asing mencapai 27,8 triliun.
Demikian IHSG Oktober 2024 Net Sell Asing Rp 6,641 Triliun.(www.eddyelly.com)
EDDYELLY.com 11:16 PM CB Blogger IndonesiaIHSG Oktober 2024 Net Sell Asing Rp 6,641 Triliun
Pergerakan IHSG hari ini Jumat 26 Juli 2024 menguat 47,890 poin (0,66%) ke level 7.288,167. Sebanyak 327 saham menguat, 240 saham terkoreksi, 222 saham stagnan. Total nilai transaksi perdagangan IHSG hari ini senilai Rp 7,393 triliun.
Adapun, pergerakan saham bank jumbo PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) membukukan nilai transaksi harian tertinggi.
Total nilai transaksi hari Jumat (26/7/2024), saham BBRI mencapai Rp 918,4 miliar, saham BBCA senilai Rp 781,8 miliar sedangkan saham AMMN senilai Rp 356,2 miliar. Pembelian bersih saham BBRI Rp 76,8 miliar, saham BBCA Rp 199,3 miliar dan saham AMMN sebesar Rp 43,2 miliar.
Sebagaimana diketahui, laporan keuangan periode semester I tahun 2024. Bank Central Asia Tbk (BCA) dan entitas anak membukukan laba bersih Rp 26,9 triliun tumbuh 11,1% secara year on year dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.
Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) membukukan laba bersih sebesar Rp 29,7 triliun. Pencapaian ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 29,42 triliun naik tipis 1,13% year on year (yoy) pada tahun lalu.
Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mengumumkan kinerja keuangan laba bersih Amman Mineral meroket 291% menjadi US$ 479 juta. Penjualan bersih Amman Mineral Internasional pada paruh pertama tahun 2024 meningkat 167% menjadi US$ 1,54 miliar.
Laporan keuangan semester 1/2024 sudah diliris, pembagian dividen tunai saham BBCA, BBRI bulan Maret sudah di bagi keseluruh pemegang saham. Dalam sepuluh tahun terakhir kedua emiten ini rajin membagikan dividen kepada pemegang saham. Tapi kenapa saham BBRI tidak rajin naik?
Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) memimpin sebagai perusahaan BUMN yang memiliki setoran dividen paling banyak sebesar Rp 23,23 triliun. Jujur sebagai investor jelas bangga dengan pencapaian BBRI.
EDDYELLY.com 11:40 PM CB Blogger Indonesia
IHSG Menguat Saham BBCA, BBRI, AMMN Laris Manis
IHSG ditutup menguat 0,22% atau 15,72 poin ke level 7207,94 pada perdagangan Rabu (31/1/2024). IHSG bergerak di rentang 7219,216 - 7247,518 sepanjang perdagangan.
Nilai transaksi di pasar reguler mencapai sekitar Rp 10,4 triliun dengan melibatkan 180 miliaran saham yang berpindah tangan sebanyak 1,134 juta kali. Sebanyak 257 saham menguat, 257 saham melemah, dan 251 saham stagnan.
Investor asing hari ini memborong saham dengan net buy Rp 1,51 triliun. Net buy investor asing Januari sebesari Rp 2,2 triliun. Laju IHSG hari ini positif lantaran pembelian trilunan rupiah oleh investor asing supaya saham yang dimiliki berangsur naik. Jadi sama sekali tidak ada hubungan dengan January Effect.
Net buy terbesar di pasar reguler hari ini terjadi pada saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp 353,5 miliar. Selain itu, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dengan net buy Rp 191,6 miliar. Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan net buy senilai Rp 169,9 miliar dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 144,5 miliar.
5 Saham Top Gainers FOOD (33,33%) SRAJ (20,00%) RSCH (13,08%) PYFA (11,11%) BGTG (10,00%) .
5 Saham Top Losers PTMP (-24,82%) MPXL (-24,48%) MSKY (-13,02%) CASS (-10,43%) NICE (-9,89%).
5 Saham Net Buy Investor Asing BMRI Rp197,5 miliar BBCA Rp195,2 miliar BBNI Rp96,5 miliar TLKM Rp40,8 miliar UNVR Rp38,6 miliar .
5 Saham Net Sell Investor Asing BBRI (Rp89,2 miliar) ASII (Rp78,5 miliar) UNTR (Rp23,2 miliar) MDKA (Rp17,1 miliar) AKRA (Rp16,4 miliar).
Februari ini akankah net buy kembali atau net sell, kita liat saja. semoga bermanfaat
EDDYELLY.com 10:50 PM CB Blogger IndonesiaIHSG Naik Akhir Januari 2024 Net Buy Gede
Tahun ini Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan normalisasi kebijakan perdagangan di pasar modal, seiring dengan situasi pandemi yang kian terkendali.
Auto Rejection Bawah (ARB) adalah pembatasan penurunan harga saham dalam satu hari perdagangan di bursa. Adapun Auto Rejection Atas (ARA) merupakan pembatasan kenaikan harga.Perdagangan suatu saham akan dihentikan secara otomatis apabila harganya turun hingga mencapai batas ARB dalam sehari.
Penyesuaian Tahap I Auto
Rejection Simetris (berlaku mulai 5 Juni 2023):
|
Harga
Saham |
Batas
Auto Rejection Atas |
Batas
Auto Rejection Bawah |
|
Rp
50 – Rp 200 |
35% |
15% |
|
>Rp
200 – Rp 5.000 |
25% |
15% |
|
>Rp
5.000 |
20% |
15% |
Penyesuaian Tahap II Auto Rejection Simetris (berlaku mulai 4
September 2023):
|
Harga
Saham |
Batas
Auto Rejection Atas |
Batas
Auto Rejection Bawah |
|
Rp
50 – Rp 200 |
35% |
35% |
|
>Rp
200 – Rp 5.000 |
25% |
25% |
|
>Rp
5.000 |
20% |
20% |
Sektor mana yang pertama memanfaatkan kenaikan ataupun penurunan dengan fitur ini?sebenarnya dari normalisasi tahap pertama tidak ada perubahan signifikan semoga dalam normalisasi tahap II ini pun tidak akan banyak berubah.
Aturan Auto Rejection Bawah Dan Auto Rejection Atas Simetris
IHSG Melemah dan Bursa Saham China Suram
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tahun ini hanya tumbuh sebesar 4,08% dibandingkan 2021 yang sebesar 10,08%.Nilai kapitalisasi pasar modal kita naik lebih dari 15% dibanding tahun 2021.
Investor asing begitu agresif melepas saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Bahkan pada hari terakhir perdagangan, Jumat (30/12/2022), asing masih sempat mencatatkan transaksi net sell senilai Rp 589 miliar.
Sepanjang tahun 2022 uang investor asing yang nitip di saham masih terbilang besar.Terbukti asing tetap mencatatkan transaksi net buy senilai Rp 40,5 triliun.
Bulan window dressing tahun 2022 juga merupakan yang terberat bagi investor ritel. Desember diibaratkan bulan panen cuan.Tahun 2022 mematahkan tradisi itu. Karena yang berhak menaikan atau menurunkan IHSG itu market maker.
Jumlah emiten baru yang melakukan IPO (Baca IPO Tahun 2022) memang mencetak rekor dari sisi kuantitas yang mencapai 59 perusahaan,tetapi dari sisi kualitas penggalangan dana mengalami penurunan dari Rp 62,6 trilun pada tahun lalu menjadi Rp 33,06 triliun.
Penerapan penghapusan kode broker di running trade ( 6 Desember 2021), sekalian 27 Juni 2022 menutup informasi domisili investor (foreign maupun domestik) oleh Bursa Efek Indonesia.Mirip two in one.
Berikut net buy dan net sell tahun 2022 bulan September, Oktober, November dan Desember
Net Buy dan Net Sell September 2022
Pasar Saham Indonesia Sepanjang Tahun 2022
IHSG Lesu Dan Melonjak
Tahun 2021 Net Buy Asing Mencapai Rp 24,1 Triliun
Penurunan IHSG selama ini pasti ada kaitannya dengan peran utama di bursa yaitu price maker.Kalau pm sampai dipersulit yah IHSG kena bantingannya,Selama ini mungkin banyak orang mengira ataupun menjawab pergerakan harga saham ditentukan dari kinerja perusahaan, fundamental, berita positif yg tersebar di media,
Sebelum covid mungkin bisa dikatakan demikian.Karena dulu kita belajar diajarin kinerja perusahaan yang bagus silahkan beli sahamnya dan simpan kalau bisa simpan selamaya.Sesudah kejadian covid beda lagi kondisi dalam bursa saham.
Seperti dikatakan diatas pm dipersulit imbasnya ke IHSG dibanting berhari-hari disertakan outflow yang lumayan besar.sedangkan investor ritel hanya bisa pasrah.
Sambil menyaksikan penurunan harga saham karena ritel tidak bisa menaikan harga saham.cuma bisa berdoa supaya harga saham bisa dinaikin oleh pm lagian ritel merupakan kasta terendah dalam bursa saham.
Pernah baca berita bahwa Elon Musk mau investsi di Indonesia? Bikin pabrik baterai karena mobil listrik? Saham ANTM naik gila-gilaan karena ini ?
Berita ini ditulis dan publikasi ke publik supaya Aku Nanti Tidur Makan bisa dijual di harga tinggi..yang nyuruh siapa orangnya?em...
Sesudah jualan dan tidak ada kepentingan lagi..ya harganya di banting...Jadi anda masih percaya?
Àpalagi saat ini merupakan investing basibusuk..saham basibusuk berterbangan kebalikannya bluchip yang kinerjanya bagus malah berguguran..






















































