Saham Window Dressing Akhir Tahun 2016

Saham Window Dressing Akhir Tahun 2016


Saham Window Dressing Akhir Tahun 2016

Indeks harga saham gabungan (IHSG) mulai mengalami tren kenaikan.Hari ini ditutup menghijau naik 22,352 poin atau 0,42% ke 5268,308.Dari 518 saham yang diperdagangkan sebanyak 180 saham menguat,140 saham melemah dan 198 saham stagnan.Penguatan IHSG dipengaruhi oleh sentimen dalam negeri yaitu aksi damai bela 2 Desember atau aksi window dressing ?

Menjelang akhir tahun 2016 aksi window dressing akan terjadi di pasar modal Indonesia.
Window dressing merupakan strategi yang dilakukan oleh investor institusi pada akhir perdagangan tahunan dengan tujuan untuk mengangkat harga saham sehingga kinerja portofolio yang dimilikinya tampak baik.Perlu diingat bahwa window dressing tidak akan terjadi di semua saham.Sekedar informasi fenomena window dressing ini biasanya terjadi berulang-ulang setiap tahunnya.

Saham yang akan terkerek window dressing mulai dari sektor konstruksi PTPP dan WIKA.
Sektor infrastruktur JSMR.Sektor barang konsumsi ICBP dan UNVR.Sektor perbankan yakni BBCA.Sektor properti CTRA dan PPRO,sektor telekomunikasi TLKM,Sektor otomotif ASII.
 
Ringkasan pembelian bersih dan penjualan bersih oleh investor asing bulan November 2016

301116

Agenda-agenda kegiatan di bulan Desember 2016
7 Desember 2016  Rilis Statistik Cadangan Devisa November 2016   
9 Desember 2016  Laporan Survei Penjualan Eceran Oktober 2016   
14 Desember 2016 Rapat Dewan Gubernur Desember 2016   
15 Desember 2016 Neraca Perdagangan Indonesia November 2016   
19 Desember 2016 Statistik Utang Luar Negeri Indonesia Oktober 2016   
29 Desember 2016 Statistik Posisi Investasi Internasional Indonesia Triwulan III 2016
30 Desember 2016 Perkembangan Uang Beredar November 2016

Posting menarik lainnya IHSG Anjlok 4 Persen Saatnya Membeli Atau Menjual Saham
IHSG Anjlok 4 Persen Saatnya Membeli Atau Menjual Saham

IHSG Anjlok 4 Persen Saatnya Membeli Atau Menjual Saham

IHSG Anjlok 4 Persen Saatnya Membeli Atau Menjual Saham

Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam 4% atau 218,335 poin ke level 5231,971 pada perdagangan Jumat 11 November.Dari 539 saham yang diperdagangkan sebanyak 55 saham menguat,279 saham melemah dan 205 saham stagnan.

Investor asing melakukan aksi jual sebanyak 1,87 miliar lembar saham senilai sekitar Rp 6,236 triiliun sedangkan aksi beli sebanyak 1,40 miliar lembar saham senilai sekitar Rp 3,773 triliun.Investor asing membukukan aksi jual sebesar Rp 2,274 triliun.

Tujuh dari sembilan sektor yang tercatat di Bursa Efek Indonesia melemah dengan pelemahan terbesar dialami sektor aneka industri 6,57%. Adapun sektor yang menguat antara lain sektor tambang 0,97% dan sektor agribisnis 0,88%.

Penurunan IHSG terjadi karena hasil pemilu AS yang dimenangkan oleh Donald Trump yang berimbas ke pasar Indonesia.Momentum penurunan IHSG ini seharusnya dimanfaatkan oleh investor sebagai kesempatan untuk membeli saham dengan fundamental yang bagus.

Penurunan kali ini penulis merasa tidak perlu panik menjual saham karena penurunan ini hanya bersikap sementara,saya yakin ke depan indeks akan naik kembali atau rebound kembali.Indeks memang harus ada naik dan turun.ini namanya wajar.

Ringkasan pembelian bersih dan penjualan bersih oleh investor asing bulan Oktober 2016

131116

Agenda-agenda kegiatan di bulan November 2016
15 November 2016 Neraca Perdagangan Indonesia Oktober 2016   
16 November 2016 Rapat Dewan Gubernur November 2016   
18 November 2016 Statistik Utang Luar Negeri Indonesia September 2016   
30 November 2016 Perkembangan Uang Beredar Oktober 2016

Jangan lewatkan posting menarik lainnya IHSG Berakhir Di Zona Merah Asing Net Sell Rp 75 Miliar 

IHSG Berakhir Di Zona Merah Asing Net Sell Rp 75 Miliar

IHSG Berakhir Di Zona Merah Asing Net Sell Rp 75 Miliar

IHSG Berakhir Di Zona Merah Asing Net Sell Rp 75 Miliar

Indeks Harga Saham Gabungan berakhir di zona merah melemah 0,20% ke level 5409,344.
Pelemahan disebabkan oleh aksi ambil untung.Namun investor asing melakukan net sell Rp 75 miliar.Dari 525 saham yang diperdagangkan sebanyak 115 saham menguat,193 saham melemah dan 217 saham stagnan.

Investor asing melakukan penjualan sebanyak 959,8 juta lembar saham senilai sekitar Rp 2,341 triliun dan aksi beli investor asing sebanyak 881,9 juta lembar saham dengan nilai sekitar Rp 2,266 triliun.

Akhir bulan Oktober ini data laporan keuangan emiten kuartal III akan dirilis dan besok Jumat 7 Oktober 2016 BI merilis data cadangan devisa bulan September.Kemungkinan cadev akan naik karena ada intervensi dari Bank Indonesia.Bank Indonesia sempat membeli dollar Amerika Serikat dalam jumlah besar untuk mengurangi kecepatan naiknya rupiah.

Ringkasan pembelian bersih dan penjualan bersih oleh investor asing bulan September 2016

IHSG September 2016

Pada perdagangan Jumat 7 Oktober Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di support di 5326 – 5382 dan resistance 5441 - 5498.Saham pilihan penulis pada perdagangan besok Waskita Beton Precast Tbk (WSBP).

Agenda-agenda kegiatan di bulan Oktober 2016
6 Oktober 2016  Laporan Survei Konsumen September 2016   
7 Oktober 2016  Rilis Statistik Cadangan Devisa September 2016   
10 Oktober 2016 Laporan Survei Kegiatan Dunia Usaha Triwulan III 2016   
11 Oktober 2016 Laporan Survei Penjualan Eceran Agustus 2016   
14 Oktober 2016 Laporan Survei Perbankan Triwulan III 2016   
17 Oktober 2016 Neraca Perdagangan Indonesia September 2016   
17 Oktober 2016 Statistik Utang Luar Negeri Indonesia Agustus 2016
19 Oktober 2016 Rapat Dewan Gubernur Oktober 2016
31 Oktober 2016 Perkembangan Uang Beredar September 2016   

Posting sebelumnya Awal September IHSG Longsor Ke Zona Merah Hingga Akhir Penutupan


Awal September IHSG Longsor Ke Zona Merah Hingga Akhir Penutupan

Awal September IHSG Longsor Ke Zona Merah Hingga Akhir Penutupan


Awal September IHSG Longsor Ke Zona Merah Hingga Akhir Penutupan

Pada penutupan Kamis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) longsor ke zona merah hingga akhir penutupan.IHSG melemah 51,535 poin (0,95%) ke posisi 5334,547.Sebanyak 82 saham menguat,233 saham melemah,90 saham stagnan dan 211 saham tidak ditransaksikan.

Investor asing justru melakukan aksi jual sedangkan investor lokal melakukan pembelian senilai Rp 3,589 triliun.Aksi jual bersih oleh investor asing hari ini tercatat Rp 355 miliar.

Seperti biasanya awal bulan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Agustus 2016 terjadi deflasi 0,02 %.Sedangkan tingkat inflasi tahun ke tahun (year on year) sebesar 2,79 %.Saat kondisi perekonomian Indonesia relatif stabil justru kebalikan harga minyak mentah dunia yang cenderung negatif ini mempengaruhi bursa saham kita.

Dengan demikian penurunan ataupun tekanan yang terjadi dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk melakukan akumulasi beli.Penulis juga membeli PPRO di harga RP 760 karena kedepannya pasar properti akan lebih terdorong dari program amnesti pajak dan perbaikan ekonomi. :)

Ringkasan pembelian bersih dan penjualan bersih oleh investor asing bulan Juni 2016
 Ringkasan pembelian bersih dan penjualan bersih oleh investor asing bulan Juni 2016

Ringkasan pembelian bersih dan penjualan bersih oleh investor asing bulan Juli 2016
 Ringkasan pembelian bersih dan penjualan bersih oleh investor asing bulan Juli 2016

Ringkasan pembelian bersih dan penjualan bersih oleh investor asing bulanAgustus 2016
 Ringkasan pembelian bersih dan penjualan bersih oleh investor asing bulanAgustus 2016

Agenda-agenda kegiatan di bulan September 2016
1 September 2016    Siaran Pers Inflasi Agustus 2016   
5 September 2016    Laporan Survei Konsumen Agustus 2016   
7 September 2016    Rilis Statistik Cadangan Devisa Agustus 2016
9 September 2016    Laporan Survei Penjualan Eceran Juli 2016
15 September 2016  Neraca Perdagangan Indonesia Agustus 2016
19 September 2016  Statistik Utang Luar Negeri Indonesia Juli 2016   
21 September 2016  Rapat Dewan Gubernur September 2016   
30 September 2016  Perkembangan Uang Beredar Agustus 2016
30 September 2016  Statistik Posisi Investasi Internasional Indonesia Triwulan II 2016

Jangan lupa membaca juga artikel menarik lainnya di Sebelum Right Issue Apa Saja Yang Harus Diperhatikan Oleh Investor?
Sebelum Right Issue Apa Saja Yang Harus Diperhatikan Oleh Investor?

Sebelum Right Issue Apa Saja Yang Harus Diperhatikan Oleh Investor?


Right Issue Apa Saja Yang Harus Diperhatikan

Sejak perusahaan melakukan IPO (Initial Public Offering).IPO dalam bahasa Indonesia merupakan penawaran saham perdana.Saham perusahaan perdana inilah pertama kali dijual kepada investor maupun publik.Sebelum melakukan IPO maka perusahaan awalnya berbentuk private (tertutup) setelah IPO maka perusahaan tersebut akan menjadi GO PUBLIC atau perusahaan terbuka (Tbk).

Dalam pasar modal sering kita mendengar kata GO PUBLIC bukan?Perusahaan yang melakukan IPO sahamnya harus resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia.Seiring waktu berjalan dari tahun ke tahun akankah perusahaan terbuka akan melebarkan bisnisnya contohnya membuka cabang baru,menambah modal untuk bangun pabrik.

Kalau dana tidak mencukupi melebarkan bisnisnya bagaimana?Ada berbagai macam cara bagi perusahaan terbuka untuk menggalang dana.Salah satu cara yang tidak asing lagi di pasar modal Indonesia adalah Penawaran Umum Terbatas (Right Issue).

Apa sih right issue?HMETD (Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu) yang bahasa inggrisnya right issue.Right issue adalah penerbitan saham baru oleh emiten (perusahaan terbuka) untuk dijual kepada investor lama.Para investor lama akan diprioritaskan untuk menyerap penerbitan saham baru tersebut sebelum ditawarkan kepada investor baru.Jika hak ini tidak digunakan investor lama maka bisa diambil oleh investor baru.Investor baru disebut sebagai standby buyer.

Kenapa sebuah perusahaan terbuka (emiten) melakukan right issue alasannya
1.Menambahkan modal perusahaan buat ekspansi usaha.Untuk investasi jangka panjang penjualan ataupun pendapatan perusahaan tercermin dari laporan keuangannya.Ini bentuk right issue yang bagus.
2.Jangan lupa tulisan No 1.
3.Kalau utang menumpuk harus buat bayar utang perusahaan.
4.Menambah kepemilikan saham pada anak usaha perusahaan.Contohnya Tahun 2008 BNBR right issue senilai Rp 40,1 triliun.Uang right issuenya di pakai untuk mengakuisisi(takeover) 35 % saham BUMI,40 % saham ELTY dan 40 % saham ENRG.
5.Penambahan jumlah saham di market agar lebih likuid serta kapitalisasi pasar menjadi lebih gede.

Ini contoh right issue toko keripik udang.Anda mempunyai toko sedangkan teman anda pintar membuat keripik udang,lantaran anda masih kuliah tidak memiliki banyak waktu,maka usaha kecil ini dikelola teman anda.Nilai investasi toko keripik udang 400 juta.Setiap bulannya menikmati profit sebesar 20 juta.Ternyata keripik udang yang dibuat teman anda laku keras di pasaran,pesanan menumpuk sehingga teman anda memutuskan untuk membuka cabang.Untuk membuka cabang butuh tambahan modal sebesar 400 juta.Jika anda setuju untuk menambah modal sebesar 400 juta.maka pendapatan usaha keripik udang tersebut tentunya akan meningkat lantaran adanya cabang baru maka profit juga meningkat katakanlah 50 juta setiap bulannya.

Bagaimana kalau anda menolak untuk memberikan tambahan modal 400 juta? Ngak apa-apa karena profit anda tetap 20 juta nggak berkurang kan.Cuma tambahan profit sebesar 30 juta akan dinikmati oleh orang lain (investor baru) yang setuju untuk menambah modal sebesar 400 juta.

Jadi sebelum pelaksanaan HMETD (Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu) maka emiten yang bersangkutan akan mengumumkan jadwal proses right issue.Sebagai pemegang saham anda cuma perlu memperhatikan dua jenis tanggal di jadwal tersebut yakni tanggal Cum date dan EX date.

Contoh saham AAAA memiliki Cum date right issue pada tanggal 10 Mei dan Ex date 11 Mei maka semua investor yang memegang saham AAAA pada 10 Mei besoknya pada 11 Mei tiba-tiba di portofolio anda muncul AAAA-R.Perubahan ini dikarenakan RIGHT itu adlah hak dan bukan kewajiban maka pemegang saham tidak harus menembus right tersebut.Biasanya dalam kurun waktu 1 minggu tidak ditebus maka akan hilang dari portofolio anda.

Right issue biasanya diberikan berdasarkan rasio.Misalnya rasio right issue saham ABCD adalah 1:2 dengan harga right issue Rp 500.Untuk memperoleh 2 saham baru tersebut anda harus membayar Rp 1000 (2 dikali Rp 500) kepada ABCD.Setelah pembayaran tersebut maka jumlah saham ABCD yang anda miliki menjadi 3 saham.

Bagaimana kalau anda tidak menggunakan HMETD (Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu) untuk membeli saham baru ABCD ?Persentase kepemilikan saham anda akan menurun.Jumlah saham lama anda 1 lembar.Setelah penertiban saham baru menjadi 3 lembar.Kalau anda tidak menggunakan hak untuk membeli saham baru maka jumlah saham ABCD anda tetap 1 lembar,sedangkan 2 lembar saham baru akan dimiliki oleh orang lain (investor).

Setelah membeli saham ABCD,Jumlahnya 3 lembar menjadi 100% kepemilikan.Kalau tidak membeli anda cuma mewakili 33,3 % dari kepemilikan.Anda kehilangan 66,7 % kepemilikan.Right issue yang baik adalah dengan HMETD.Jika tanpa HMETD biasanya buat kasih bonus kepada karyawan perusahaan dalam bentuk saham.

Membeli saham baru dari Rights Issue harus pertimbangan yang matang diantaranya prospek dan tujuan penggunaan dana.Jika prospek kedepannya cerah maka investor melaksanakan haknya dengan membeli saham baru tersebut.Namun jika kebalikannya maka investor tidak melaksanakan haknya alias rela mengalami penurunan persentase kepemilikan.

Saat membeli suatu saham sebaiknya anda cek dahulu agar terhindar penyesalan di belakang hari.Teliti sebelum membeli itu ada benarnya.Silahkan membaca pada artikel selanjutnya tentang Saham IPO Tahun 2012.