Awal September IHSG Longsor Ke Zona Merah Hingga Akhir Penutupan

Awal September IHSG Longsor Ke Zona Merah Hingga Akhir Penutupan


Awal September IHSG Longsor Ke Zona Merah Hingga Akhir Penutupan

Pada penutupan Kamis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) longsor ke zona merah hingga akhir penutupan.IHSG melemah 51,535 poin (0,95%) ke posisi 5334,547.Sebanyak 82 saham menguat,233 saham melemah,90 saham stagnan dan 211 saham tidak ditransaksikan.

Investor asing justru melakukan aksi jual sedangkan investor lokal melakukan pembelian senilai Rp 3,589 triliun.Aksi jual bersih oleh investor asing hari ini tercatat Rp 355 miliar.

Seperti biasanya awal bulan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Agustus 2016 terjadi deflasi 0,02 %.Sedangkan tingkat inflasi tahun ke tahun (year on year) sebesar 2,79 %.Saat kondisi perekonomian Indonesia relatif stabil justru kebalikan harga minyak mentah dunia yang cenderung negatif ini mempengaruhi bursa saham kita.

Dengan demikian penurunan ataupun tekanan yang terjadi dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk melakukan akumulasi beli.Penulis juga membeli PPRO di harga RP 760 karena kedepannya pasar properti akan lebih terdorong dari program amnesti pajak dan perbaikan ekonomi. :)

Ringkasan pembelian bersih dan penjualan bersih oleh investor asing bulan Juni 2016
 Ringkasan pembelian bersih dan penjualan bersih oleh investor asing bulan Juni 2016

Ringkasan pembelian bersih dan penjualan bersih oleh investor asing bulan Juli 2016
 Ringkasan pembelian bersih dan penjualan bersih oleh investor asing bulan Juli 2016

Ringkasan pembelian bersih dan penjualan bersih oleh investor asing bulanAgustus 2016
 Ringkasan pembelian bersih dan penjualan bersih oleh investor asing bulanAgustus 2016

Agenda-agenda kegiatan di bulan September 2016
1 September 2016    Siaran Pers Inflasi Agustus 2016   
5 September 2016    Laporan Survei Konsumen Agustus 2016   
7 September 2016    Rilis Statistik Cadangan Devisa Agustus 2016
9 September 2016    Laporan Survei Penjualan Eceran Juli 2016
15 September 2016  Neraca Perdagangan Indonesia Agustus 2016
19 September 2016  Statistik Utang Luar Negeri Indonesia Juli 2016   
21 September 2016  Rapat Dewan Gubernur September 2016   
30 September 2016  Perkembangan Uang Beredar Agustus 2016
30 September 2016  Statistik Posisi Investasi Internasional Indonesia Triwulan II 2016

Jangan lupa membaca juga artikel menarik lainnya di Sebelum Right Issue Apa Saja Yang Harus Diperhatikan Oleh Investor?
Sebelum Right Issue Apa Saja Yang Harus Diperhatikan Oleh Investor?

Sebelum Right Issue Apa Saja Yang Harus Diperhatikan Oleh Investor?


Right Issue Apa Saja Yang Harus Diperhatikan

Sejak perusahaan melakukan IPO (Initial Public Offering).IPO dalam bahasa Indonesia merupakan penawaran saham perdana.Saham perusahaan perdana inilah pertama kali dijual kepada investor maupun publik.Sebelum melakukan IPO maka perusahaan awalnya berbentuk private (tertutup) setelah IPO maka perusahaan tersebut akan menjadi GO PUBLIC atau perusahaan terbuka (Tbk).

Dalam pasar modal sering kita mendengar kata GO PUBLIC bukan?Perusahaan yang melakukan IPO sahamnya harus resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia.Seiring waktu berjalan dari tahun ke tahun akankah perusahaan terbuka akan melebarkan bisnisnya contohnya membuka cabang baru,menambah modal untuk bangun pabrik.

Kalau dana tidak mencukupi melebarkan bisnisnya bagaimana?Ada berbagai macam cara bagi perusahaan terbuka untuk menggalang dana.Salah satu cara yang tidak asing lagi di pasar modal Indonesia adalah Penawaran Umum Terbatas (Right Issue).

Apa sih right issue?HMETD (Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu) yang bahasa inggrisnya right issue.Right issue adalah penerbitan saham baru oleh emiten (perusahaan terbuka) untuk dijual kepada investor lama.Para investor lama akan diprioritaskan untuk menyerap penerbitan saham baru tersebut sebelum ditawarkan kepada investor baru.Jika hak ini tidak digunakan investor lama maka bisa diambil oleh investor baru.Investor baru disebut sebagai standby buyer.

Kenapa sebuah perusahaan terbuka (emiten) melakukan right issue alasannya
1.Menambahkan modal perusahaan buat ekspansi usaha.Untuk investasi jangka panjang penjualan ataupun pendapatan perusahaan tercermin dari laporan keuangannya.Ini bentuk right issue yang bagus.
2.Jangan lupa tulisan No 1.
3.Kalau utang menumpuk harus buat bayar utang perusahaan.
4.Menambah kepemilikan saham pada anak usaha perusahaan.Contohnya Tahun 2008 BNBR right issue senilai Rp 40,1 triliun.Uang right issuenya di pakai untuk mengakuisisi(takeover) 35 % saham BUMI,40 % saham ELTY dan 40 % saham ENRG.
5.Penambahan jumlah saham di market agar lebih likuid serta kapitalisasi pasar menjadi lebih gede.

Ini contoh right issue toko keripik udang.Anda mempunyai toko sedangkan teman anda pintar membuat keripik udang,lantaran anda masih kuliah tidak memiliki banyak waktu,maka usaha kecil ini dikelola teman anda.Nilai investasi toko keripik udang 400 juta.Setiap bulannya menikmati profit sebesar 20 juta.Ternyata keripik udang yang dibuat teman anda laku keras di pasaran,pesanan menumpuk sehingga teman anda memutuskan untuk membuka cabang.Untuk membuka cabang butuh tambahan modal sebesar 400 juta.Jika anda setuju untuk menambah modal sebesar 400 juta.maka pendapatan usaha keripik udang tersebut tentunya akan meningkat lantaran adanya cabang baru maka profit juga meningkat katakanlah 50 juta setiap bulannya.

Bagaimana kalau anda menolak untuk memberikan tambahan modal 400 juta? Ngak apa-apa karena profit anda tetap 20 juta nggak berkurang kan.Cuma tambahan profit sebesar 30 juta akan dinikmati oleh orang lain (investor baru) yang setuju untuk menambah modal sebesar 400 juta.

Jadi sebelum pelaksanaan HMETD (Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu) maka emiten yang bersangkutan akan mengumumkan jadwal proses right issue.Sebagai pemegang saham anda cuma perlu memperhatikan dua jenis tanggal di jadwal tersebut yakni tanggal Cum date dan EX date.

Contoh saham AAAA memiliki Cum date right issue pada tanggal 10 Mei dan Ex date 11 Mei maka semua investor yang memegang saham AAAA pada 10 Mei besoknya pada 11 Mei tiba-tiba di portofolio anda muncul AAAA-R.Perubahan ini dikarenakan RIGHT itu adlah hak dan bukan kewajiban maka pemegang saham tidak harus menembus right tersebut.Biasanya dalam kurun waktu 1 minggu tidak ditebus maka akan hilang dari portofolio anda.

Right issue biasanya diberikan berdasarkan rasio.Misalnya rasio right issue saham ABCD adalah 1:2 dengan harga right issue Rp 500.Untuk memperoleh 2 saham baru tersebut anda harus membayar Rp 1000 (2 dikali Rp 500) kepada ABCD.Setelah pembayaran tersebut maka jumlah saham ABCD yang anda miliki menjadi 3 saham.

Bagaimana kalau anda tidak menggunakan HMETD (Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu) untuk membeli saham baru ABCD ?Persentase kepemilikan saham anda akan menurun.Jumlah saham lama anda 1 lembar.Setelah penertiban saham baru menjadi 3 lembar.Kalau anda tidak menggunakan hak untuk membeli saham baru maka jumlah saham ABCD anda tetap 1 lembar,sedangkan 2 lembar saham baru akan dimiliki oleh orang lain (investor).

Setelah membeli saham ABCD,Jumlahnya 3 lembar menjadi 100% kepemilikan.Kalau tidak membeli anda cuma mewakili 33,3 % dari kepemilikan.Anda kehilangan 66,7 % kepemilikan.Right issue yang baik adalah dengan HMETD.Jika tanpa HMETD biasanya buat kasih bonus kepada karyawan perusahaan dalam bentuk saham.

Membeli saham baru dari Rights Issue harus pertimbangan yang matang diantaranya prospek dan tujuan penggunaan dana.Jika prospek kedepannya cerah maka investor melaksanakan haknya dengan membeli saham baru tersebut.Namun jika kebalikannya maka investor tidak melaksanakan haknya alias rela mengalami penurunan persentase kepemilikan.

Saat membeli suatu saham sebaiknya anda cek dahulu agar terhindar penyesalan di belakang hari.Teliti sebelum membeli itu ada benarnya.Silahkan membaca pada artikel selanjutnya tentang Saham IPO Tahun 2012.
Saham IPO Tahun 2012

Saham IPO Tahun 2012

Saham IPO Tahun 2012

Setiap tahun di Bursa Efek Indonesia (BEI) tepatnya tahun 2012 banyak pendatang baru yang ingin  mencatatkan sahamnya di pasar modal.Akankah kinerja mereka dalam 1 tahun berhasil mencatatkan hasil positif atau  negatif.Saya melihat kebanyakan di hari pertama perdagangan saham saham tersebut naik sekian persen (%),seiring waktu berlalu sampai di penghujung tahun sahamnya anjlok.

Bagi investor asing maupun lokal yang sudah investasi modalnya di saham perdana (IPO) tentunya berharap investasinya(uang) bisa bertumbuh sejalan dengan waktu.Sayangnya para pemodal termasuk saya tidak bisa berharap banyak kadang kadang sentimen negatif datang secara tiba tiba seperti krisis ekonomi dunia,
pertumbuhan ekonomi melambat dan lain sebagainya.

Secara detail sebelum melirik saham IPO sebaiknya kita mempelajari fundamental emiten,mencermati prospek dana hasil IPO saham tersebut apakah dana IPO untuk bayar hutang atau ekspansi usaha.Berikut ini daftar saham IPO tahun 2012

No Kode Nama Emitem Tanggal
1 PADI Minna Padi Investama Tbk 9 Januari 2012
2 TELE Tiphone Mobile Indonesia Tbk 12 Januari 2012
3 ESSA Surya Esa Perkasa Tbk 1 Februari 2012
4 BEST Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk 10 April 2012
5 RANC Supra Boga Lestari Tbk 7 Juni 2012
6 TRIS Trisula International Tbk 28 Juni 2012
7 KOBX Kobexindo Tractors Tbk 5 Juli 2012
8 TOBA Toba Bara Sejahtra Tbk 6 Juli 2012
9 MSKY MNC Sky Vision Tbk 9 Juli 2012
10 ALTO Tri Banyan Tirta Tbk 10 Juli 2012
11 GLOB Global Teleshop Tbk 10 Juli 2012
12 GAMA Gading Development Tbk 11 Juli 2012
13 BJTM Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk 12 Juli 2012
14 IBST Inti Bangun Sejahtera Tbk 31 Agustus 2012
15 NIRO Nirvana Development Tbk 13 September 2012
16 PALM Provident Agro Tbk 8 September 2012
17 NELY Pelayaran Nelly Dwi Putri Tbk 11 September 2012
18 TAXI Express Transindo Utama Tbk 2 November 2012
19 BSSR Baramulti Suksessarana Tbk 8 November 2012
20 ASSA Adi Sarana Armada Tbk 12 November 2012
21 WIIM Wismilak Inti Makmur Tbk 18 Desember 2012
22 WSKT Waskita Karya (Persero) Tbk 19 Desember 2012

Selanjutnya ini daftar Saham IPO selama Tahun 2013 Happy Trading
Meskipun IHSG Ditutup Berkurang 39,164 Poin Asing Net Buy 394 Miliar

Meskipun IHSG Ditutup Berkurang 39,164 Poin Asing Net Buy 394 Miliar

Meskipun IHSG Ditutup Berkurang 310516

Meskipun IHSG ditutup berkurang 39,164 poin asing tetap melakukan net buy Rp 394 Miliar.Perdagangan Selasa (31/5/2016)Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup turun ke level 4796,869 atau 39,16 poin.Indeks melemah dikarenakan aksi profit taking setelah menguat sejak 25/5/2016 dan boleh dikatakan IHSG sudah memasuki area jenuh beli.

Sepuluh sektor yang tercatat di Bursa Efek Indonesia sembilan sektor diantaranya melemah.Sektor perkebunan memimpin pelemahan disusul sektor keuangan begitu juga sektor industri dasar dan kimia,sektor properti dan real estate,sektor industri barang konsumsi,sektor perdagangan jasa dan investasi.Yang menguat cuma satu yaitu sektor infrastruktur,utilitas dan transportasi.

Sedangkan dari investor asing melakukan pembelian saham senilai Rp 5,597 triliun dan penjualan saham senilai Rp 5,218 triliun.Pembelian saham bersih oleh investor asing sebesar Rp 379 miliar.

Saham-saham yang diperdagangkan dengan top value di pasar reguler adalah WSKT,TLKM,BBNI,BMRI,KLBF,PGAS,ICBP,AKRA,HMSP.

Hari ini (1/6/2016) BPS merilis data inflasi Mei 2016 adalah 0,24% sedangkan inflasi year on year(yoy) adalah 3,33%.Data inflasi ini sangat berpengaruh terhadap saham perbankan dan properti.Lumayan tidak setinggi yang diperkirakan.

Semoga pemerintah berupaya tetap menjaga agar inflasi dibulan-bulan selanjutnya bisa dikontrol.Jangan sampe naik-naik kepuncak gunung.Saham pilihan untuk 2/6 (PPRO) support 365-375,resistance 385-395 dan (BBNI) support 4660-4730,resistance 4800-4870.

Memasuki bulan juni akankah IHSG bergerak naik atau turun,apakah asing rajin membeli atau berjualan.Hati-hati kalau asing berjualan terus menerus tanpa koma.

Tanggal Close Change Percent % Net Buy Net Sell
2 4808,319 30,264 0,62 504 miliar
3 4812,264 3,945 0,08 644 miliar
4 4822,595 10,331 0,21 367 miliar
9 4749,315 73,280 1,51 458 miliar
10 4763,115 13,800 0,29 102 miliar
11 4799,964 36,849 0,77 103 miliar
12 4803,322 3,358 0,06 368 miliar
13 4761,715 41,607 0,86 341 miliar
16 4731,562 30,153 0,63 1 miliar
17 4729,156 2,406 0,05 1 miliar
18 4734,357 5,201 0,10 267 miliar
19 4704,217 34,140 0,63 689 miliar
20 4711,878 7,661 0,16 115 miliar
23 4743,662 31,784 0,67 178 miliar
24 4710,785 32,877 0,69 35 miliar
25 4772,977 62,192 1,32 339 miliar
26 4784,565 11,588 0,24 274 miliar
27 4814,731 30,166 0,63 362 miliar
30 4836,033 21,302 0,44 575 miliar
31 4796,869 39,164 0,80 379 miliar
2,960 triliun 3,142 triliun

 IHSG Mei 2016

Agenda-agenda kegiatan Bank Indonesia
1 Juni 2016  Siaran Pers Inflasi Mei 2016   
7 Juni 2016  Rilis Statistik Cadangan Devisa Mei 2016
8 Juni 2016  Laporan Survei Konsumen Mei 2016
9 Juni 2016  Laporan Survei Penjualan Eceran April 2016
15 Juni 2016 Neraca Perdagangan Indonesia Mei 2016
15 Juni 2016 Rapat Dewan Gubernur Juni 2016   
17 Juni 2016 Statistik Utang Luar Negeri Indonesia April 2016   
30 Juni 2016 Statistik Posisi Investasi Internasional Indonesia Triwulan I 2016
30 Juni 2016 Perkembangan Uang Beredar Mei 2016   

Happy Trading dan Tradiing safe.Posting selanjutnya Emiten PP Properti Tbk (PPRO)
Emiten PP Properti Tbk (PPRO)

Emiten PP Properti Tbk (PPRO)

Emiten PP Properti Tbk (PPRO)

Pada tanggal 12 Desember 2013 PT PP Properti Tbk didirikan.Pada dasarnya perusahaan  ini bergerak dalam bidang jasa,pembangunan dan perdagangan yang beralamat di PP Plaza Jln Letjen TB Simatupang No 57 Pasar Rebo Jakarta Timur.
Emiten yang satu ini merupakan anak usaha dari PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP).

Selang 2 tahun kemudian tanggal 19 Mei 2015 PPRO melantai di Bursa Efek Indonesia dengan sebanyak 14.044.844.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp100 per saham dengan harga penawaran Rp 185 per saham.Pemegang saham utama PPRO 64,96% dikuasai oleh PT PP (Persero) Tbk (PTPP) sedangkan masyarakat 35,04%.

Kegiataan ruang lingkup utama PT PP Properti Tbk (PPRO) melakukan pengembangan properti di dalam negeri seperti apartemen,mall,hotel,perkantoran dan perumahan untuk dijual ataupun disewakan.

Jumlah karyawan pada perusahaan ini tidaklah banyak.Total keseluruhan mencapai 385 orang yang terdiri dari karyawan induk,karyawan perusahaan teknik maupun non teknik.

PPRO ini juga mempunyai 2 anak perusahaan yaitu PT Gitanusa Sarana Niaga dan PT Hasta Kreasimandiri.PT Gitanusa Sarana Niaga berkedudukan di Surabaya beroperasi sejak 1996.Perusahaan bergerak dalam bidang  properti dan realiti.

Data laporan keuangan 31 Maret 2016 bahwa jumlah aset perseroan mencapai Rp 292,3 miliar,Jumlah liabilitas sebesar Rp 316,9 miliar dan jumlah modal Rp 100 milar.

PT Hasta Kreasimandiri bergerak dalam bidang usaha utama pengembangan dan pengelola properti serta hotal.PT Hasta Kreasimandiri berkedudukan di Balikpapan dan beroperasi sejak 1995.Menurut Laporan keuangan 31 Maret 2016 bahwa jumlah aset perseroan mencapai Rp 795,2 miliar,jumlah liabilitas sebesar Rp 626,6 miliar dan jumlah modal sebanyak Rp 186 milar.

Jumlah persediaan perseroan (Asset Real Estat) berupa Apartemen FX Residence seluas 150m2.Apartemen Patria Park,Perkantoran Graha Bukopin Surabaya dengan luas 1.202m2,Perumahan di Bogor luasnya 581m2,Bukit Permata Puri Semarang dengan total luas 391.539m2,Mall Serang luasnya 776,64m2.

Sedangkan bangunan dalam tahap pengerjaan di lokasi Surabaya berupa Grand Sungkono Lagoon,Kapas Krampung Plaza,Kapas Krampung Plaza,Apartemen Pavillion Permata 2,Apartemen Pavillion Permata 1,Dharma Husada.Sedangkan Grand Kamala Lagoon(Bekasi),The Ayoma Apartment(Serpong),Payon Amartha(Semarang),Bukit Permata Puri Ngalian(Semarang),Amartha View(Semarang),Grand Slipi Tower
(Jakarta),Gunung Putri Square(Bogor).Proyek tersebut akan mulai dikerjakan tahun ini (di catat ya..tahun 2016).

Guna mendukung program Sejuta Rumah dari pemerintah.Tahun ini juga PPRO akan membangun 700 unit rumah murah meriah seharga Rp 190 juta per unit di Bogor tepatnya kawasan industri Selatan Cikeas.(Wow segmen menengah ke bawah dan segmen menengah keatas komplit deh...).13 Mei 2016 kapitalisasi pasar PPRO sebesar Rp 4.550.387.544.000

LAPORAN KEUANGAN (Disajikan dalam Rupiah Penuh)
PPRO 30 JUNI 2015 30 SEP 2015 31 DES 2015 30 MARET 2016
JUMLAH ASET 3.753.839.751.165 3.932.078.496.418 5.318.956.732.653 5.956.326.009.766
JUMLAH LIABILITAS 1.691.639.330.598 1.800.885.232.983 2.801.369.878.414 1.555.664.789.696
JUMLAH EKUITAS 2.062.200.420.567 2.122.193.263.435 2.517.586.584.239 2.608.190.280.089
JUMLAH PENDAPATAN 700.834.415.215 1.004.188.549.756 1.505.172.315.341 553.703.532.492
LABA USAHA 188.087.828.119 260.380.254.891 385.499.925.957 126.743.716.102
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK 177.244633.676 254.803.558.602 372.737.911.973 116.434.914.304
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN 142.908.943.484 205.894.944.510 300.325.022.955 90.633.059.938
LABA PER SAHAM (Dalam Rp) 13.27 19,12 27,89 8,41

Jangan lewatkan posting menarik lainnya Perubahan Fraksi Harga Berlaku 2 Mei 2016