Sebelum Right Issue Apa Saja Yang Harus Diperhatikan Oleh Investor?

Right Issue Apa Saja Yang Harus Diperhatikan
Sebelum Right Issue Apa Saja Yang Harus Diperhatikan Oleh Investor.
Sejak perusahaan melakukan IPO (Initial Public Offering).IPO dalam bahasa Indonesia merupakan penawaran saham perdana.

Saham perusahaan perdana inilah pertama kali dijual kepada investor maupun publik.Sebelum melakukan IPO maka perusahaan awalnya berbentuk private (tertutup) setelah IPO maka perusahaan tersebut akan menjadi GO PUBLIC atau perusahaan terbuka (Tbk).

Dalam pasar modal sering kita mendengar kata GO PUBLIC bukan?
Perusahaan yang melakukan IPO sahamnya harus resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia.Seiring waktu berjalan dari tahun ke tahun akankah perusahaan terbuka akan melebarkan bisnisnya contohnya membuka cabang baru,menambah modal untuk bangun pabrik.

Kalau dana tidak mencukupi melebarkan bisnisnya bagaimana?Ada berbagai macam cara bagi perusahaan terbuka untuk menggalang dana.Salah satu cara yang tidak asing lagi di pasar modal Indonesia adalah Penawaran Umum Terbatas (Right Issue).

Apa sih right issue?HMETD (Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu) yang bahasa inggrisnya right issue.Right issue adalah penerbitan saham baru oleh emiten (perusahaan terbuka) untuk dijual kepada investor lama.Para investor lama akan diprioritaskan untuk menyerap penerbitan saham baru tersebut sebelum ditawarkan kepada investor baru.Jika hak ini tidak digunakan investor lama maka bisa diambil oleh investor baru.Investor baru disebut sebagai standby buyer.

Kenapa sebuah perusahaan terbuka (emiten) melakukan right issue alasannya
1.Menambahkan modal perusahaan buat ekspansi usaha.Untuk investasi jangka panjang penjualan ataupun pendapatan perusahaan tercermin dari laporan keuangannya.Ini bentuk right issue yang bagus.
2.Jangan lupa tulisan No 1.
3.Kalau utang menumpuk harus buat bayar utang perusahaan.
4.Menambah kepemilikan saham pada anak usaha perusahaan.Contohnya Tahun 2008 BNBR right issue senilai Rp 40,1 triliun.Uang right issuenya di pakai untuk mengakuisisi(takeover) 35 % saham BUMI,40 % saham ELTY dan 40 % saham ENRG.
5.Penambahan jumlah saham di market agar lebih likuid serta kapitalisasi pasar menjadi lebih gede.

Ini contoh right issue toko keripik udang.Anda mempunyai toko sedangkan teman anda pintar membuat keripik udang,lantaran anda masih kuliah tidak memiliki banyak waktu,maka usaha kecil ini dikelola teman anda.Nilai investasi toko keripik udang 400 juta.Setiap bulannya menikmati profit sebesar 20 juta.Ternyata keripik udang yang dibuat teman anda laku keras di pasaran,pesanan menumpuk sehingga teman anda memutuskan untuk membuka cabang.Untuk membuka cabang butuh tambahan modal sebesar 400 juta.Jika anda setuju untuk menambah modal sebesar 400 juta.maka pendapatan usaha keripik udang tersebut tentunya akan meningkat lantaran adanya cabang baru maka profit juga meningkat katakanlah 50 juta setiap bulannya.

Bagaimana kalau anda menolak untuk memberikan tambahan modal 400 juta? Ngak apa-apa karena profit anda tetap 20 juta nggak berkurang kan.Cuma tambahan profit sebesar 30 juta akan dinikmati oleh orang lain (investor baru) yang setuju untuk menambah modal sebesar 400 juta.

Jadi sebelum pelaksanaan HMETD (Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu) maka emiten yang bersangkutan akan mengumumkan jadwal proses right issue.Sebagai pemegang saham anda cuma perlu memperhatikan dua jenis tanggal di jadwal tersebut yakni tanggal Cum date dan EX date.

Contoh saham AAAA memiliki Cum date right issue pada tanggal 10 Mei dan Ex date 11 Mei maka semua investor yang memegang saham AAAA pada 10 Mei besoknya pada 11 Mei tiba-tiba di portofolio anda muncul AAAA-R.Perubahan ini dikarenakan RIGHT itu adlah hak dan bukan kewajiban maka pemegang saham tidak harus menembus right tersebut.Biasanya dalam kurun waktu 1 minggu tidak ditebus maka akan hilang dari portofolio anda.

Right issue biasanya diberikan berdasarkan rasio.Misalnya rasio right issue saham ABCD adalah 1:2 dengan harga right issue Rp 500.Untuk memperoleh 2 saham baru tersebut anda harus membayar Rp 1000 (2 dikali Rp 500) kepada ABCD.Setelah pembayaran tersebut maka jumlah saham ABCD yang anda miliki menjadi 3 saham.

Bagaimana kalau anda tidak menggunakan HMETD (Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu) untuk membeli saham baru ABCD ?Persentase kepemilikan saham anda akan menurun.Jumlah saham lama anda 1 lembar.Setelah penertiban saham baru menjadi 3 lembar.Kalau anda tidak menggunakan hak untuk membeli saham baru maka jumlah saham ABCD anda tetap 1 lembar,sedangkan 2 lembar saham baru akan dimiliki oleh orang lain (investor).

Setelah membeli saham ABCD,Jumlahnya 3 lembar menjadi 100% kepemilikan.Kalau tidak membeli anda cuma mewakili 33,3 % dari kepemilikan.Anda kehilangan 66,7 % kepemilikan.Right issue yang baik adalah dengan HMETD.Jika tanpa HMETD biasanya buat kasih bonus kepada karyawan perusahaan dalam bentuk saham.

Membeli saham baru dari Rights Issue harus pertimbangan yang matang diantaranya prospek dan tujuan penggunaan dana.Jika prospek kedepannya cerah maka investor melaksanakan haknya dengan membeli saham baru tersebut.Namun jika kebalikannya maka investor tidak melaksanakan haknya alias rela mengalami penurunan persentase kepemilikan.

Saat membeli suatu saham sebaiknya anda cek dahulu agar terhindar penyesalan di belakang hari.Teliti sebelum membeli itu ada benarnya.

Demikian Sebelum Right Issue Apa Saja Yang Harus Diperhatikan Oleh Investor.Happy trading.(www.eddyelly.com).

» Thanks for reading Sebelum Right Issue Apa Saja Yang Harus Diperhatikan Oleh Investor?

1 Response to "Sebelum Right Issue Apa Saja Yang Harus Diperhatikan Oleh Investor?"

  1. Biasanya untuk saham IPO orang2 mudah untuk berspekulasi. Berharap abis beli, harga melambung naik kemudian di lepas.. Sebenarnya ini kebiasaan yang tidak baik, karena tujuan investasinya tidak tercapai..
    Salam

    ReplyDelete

Komentar spam dan link hidup tidak akan dipublikasikan.Sorry yach